A Gamer’s Role Playing Game [2]
Journal Tagged Game, Journal, Komputer, PC Games, Pembelajaran 4 Mei 2010Sub-judul : Manfat Games dalam Pembelajaran
Kata kunci : Game, Komputer, PC Games, Pembelajaran
Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tulisan saya sebelumnya, A Gamer’s Role Playing Game.
Dalam permainan komputer, adakalanya kita dihadapkan pada situasi sulit. Situasi dimana kita tidak bisa berkembang dan melangkah lebih jauh dalam menyelesaikan misi. Hal ini bisa terjadi karena adanya event yang terlewat, atau karena sumber daya yang kita miliki terbatas, atau mungkin karena gamenya memang memiliki bugs yang belum terperbaiki dan terabaikan pada tahap beta-testing.
Keadaan seperti ini memang menyebalkan. Namun dengan senang hati kita para pemain akan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk mengatasinya. Yang pertama mungkin dengan bertanya kepada teman yang sudah bisa menyelesaikan game tersebut. Yang kedua mungkin dengan mencari walkthrough dan guide (juga kode curang dan trainernya J) di internet. Yang ketiga, yang mana ini adalah tahap advance dalam gaming, meng-crack atau mengutak-atik save-gamenya atau settingan in-gamenya itu sendiri. Tahap ketiga ini memang melibatkan sedikit pengetahuan tentang pemrograman. Atau setidaknya mau sedikit bergulat mengutak-atik file-file yang ada didalam folder game.
Tahap-tahapan seperti ini didalam game tentulah merupakan pelajaran tersendiri bagi para pemain. Mereka menjadi sadar-teknologi, sadar-media, sadar-budaya dan bahasa (terutama ketika mereka berdiskusi online dengan pemain games dari belahan bumi lain).
Beberapa games komputer membutuhkan spesifikasi perangkat keras tertentu. Dalam setiap readme.txt games biasanya disebutkan minimum requirements and recommended requirements komputer yang mesti dipenuhi agar game berjalan lancar. Dengan ini pemain akan belajar sedikit banyak tentang komponen-komponen dalam komputer, terutama prosesor, modul memori, kartu grafis, yang memang dibutuhkan games. Beberapa Games juga membutuhkan API (Application Programming Interface) seperti DirectX atau OpenGL yang merupakan perangkat lunak yang berkaitan erat dengan games. Singkatnya games memiliki beberapa kebutuhan yang mesti dipenuhi sehingga bisa di-install dan dimainkan, dan untuk itu pemain akan dipaksa untuk memahami kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Kesulitan lainnya yang membuat pemain termotivasi untuk mengatasinya adalah apa yang biasa disebut ‘stuck’. ‘Stuck’ adalah suatu keadaan didalam game dimana pemain tidak bisa melangkah lebih jauh lagi ke level berikutnya. Banyak sekali kemungkinan penyebab keadaan ini. Beberapa diantaranya telah disebutkan pada awal tulisan ini.
Salah satu hal yang dapat dilakukan pemain adalah dengan bertanya kepada pemain lain atau mencari informasi di buku atau majalah games yang sekarang ini di Indonesia mulai banyak dijual di toko-toko buku. Atau bisa juga dengan surfing di belantara internet mencari informasi bagaimana cara mengatasinya. Ini dapat membuat pemain menjadi sadar-media.
Tingkatan lebih lanjut dapat membuat pemain sadar budaya dan sadar bahasa. Ada genre baru dalam games yang disebut MMO atau Massively Multiplayer Online yang beberapa tahun terakhir ini menjadi semacam ‘epidemi’ di kalangan anak-anak. MMO merupakan game jaringan dimana pemain dapat dihubungkan melalui internet ke server game. Didalam server game itu pemain dari seluruh dunia berkumpul dan berinteraksi melalui game. Mereka dapat berkomunikasi melalui fitur chat yang ada di game. Interaksi seperti ini tentu saja melibatkan pemahaman budaya dan bahasa.
Penutup
Permainan, terutama permainan komputer, tidaklah bisa dianggap sebagai hiburan semata. Banyak manfaat yang bisa kita ambil darinya. Tulisan diatas didasarkan kepada pengalaman pribadi penulis selama ini. Tulisan lain yang akan menyusul adalah hal-hal yang mesti kita perhatikan dalam dunia games. ***
.
