Sub-judul : Manfat Games dalam Pembelajaran
Kata Kunci : Game, Komputer, PC Games, Pembelajaran .

Sejak pertama kali berkenalan dengan games komputer (PC Games) ketika masih di kelas 1 SMA (1991) dulu. Saya memiliki keyakinan bahwa game bukanlah sekedar hiburan belaka. Suatu saat nanti game akan berkembang menjadi sebuah kebutuhan karena manfaat tersembunyi yang dikandungnya.

Pada saat itu game yang saya mainkan bersama teman-teman saya adalah Pac-Man. Sebuah game yang sederhana namun penuh intrik. Dan game yang paling canggih saat itu adalah LHX : Attack Chopper yang dibuat oleh Electronic Arts. Sebuah game simulasi dimana kita berperan sebagai pilot yang mengendalikan sebuah helikopter canggih di medan peperangan. Game LHX itu termasuk jajaran game tercanggih pada masanya karena sudah menggunakan engine semi 3D.

Pada masa itu Electronic Arts merupakan perusahaan pengembang game kecil-kecilan. Masih kalah jauh dibawah MicroProse yang merajai dunia permainan komputer. Namun sekarang seseorang yang suka bermain game komputer pastilah pernah menyentuh game yang diterbitkan oleh EA (Electronic Arts). Siapakah yang tidak mengenal SimCity, The Sims, Need for Speed, dan banyak lagi game terkenal lainnya yang dibuat oleh EA. Ya, perusahaan rumahan itu kini telah menjadi raksasa penerbit game level dunia nomor wahid, bukan hanya untuk komputer namun juga untuk konsol Playstation, Nintendo, dan X-Box. Dikatakan raksasa karena pada tahun 2008 (Mei) pendapatan tahunan bersihnya saja mencapai 4,02 milyar dollar. Bayangkan!.

Beruntung sekali saya memiliki teman yang memiliki komputer canggih. Sebuah komputer generasi 286 Turbo dengan kecepatan clock 16 MHz dengan layar EGA (16 warna). Ini karena kakaknya kuliah di jurusan Teknik Informatika dan telah berhasil membuat sebuah game komputer sendiri. Dengan mesin itulah kami bermain LHX  dan kami berlima saling bahu membahu menyelesaikan berbagai misi yang dihadapi.  – Terus terang ketika pulang ke rumah, di jalan saya sering kali merasa menjadi pilot yang paling gagah  :).

Ini adalah masa-masa keemasan dunia komputer dalam hidup saya. Pada masa ini saya banyak belajar tentang hardware komputer, tentang program-programnya, tentang virus, dan tentunya games. Membeli buku-buku tentang komputer, bahkan membeli majalah bekas ‘PC Gamers’ di Cikapundung, Bandung. Walaupun harganya sangat mahal untuk seorang anak remaja, tapi saat itu saya percaya semua itu pasti ada gunanya kelak.

Perjalanan saya dalam game komputer kemudian mempertemukan saya dengan SimCity, Transport Tycoon, Civilization, dan SimTower. Empat buah games ini semakin membuat saya percaya bahwa dengan cara-cara tertentu game komputer dapat memberi pelajaran dan melatih sesuatu kepada kita tentang sesuatu atau beberapa hal yang berguna dalam kehidupan nyata. Pola berpikir, misalnya, keempat games di atas yang telah saya sebutkan melatih kita untuk berpikir menyeluruh dan terpadu, otak kita diajak secara menyenangkan untuk memikirkan berbagai variabel dalam permainan sehingga kita bisa menyusun strategi untuk mengatasi berbagai masalah dan mencapai misi dalam permainan. Bila berhasil, fitur Hall of Fame dalam game akan memampang nama kita sebagai sang jagoan. Tidakkah itu keren?!

Dalam tulisan saya berikutnya saya akan menguraikan bagaimana sebuah permainan komputer bisa melatih pola dan teknik berpikir seseorang, seilmiah mungkin. Karena itu, saya akan memisahkannya dari tulisan ini dan memberinya sebuah tempat khusus, mudah-mudahan sebuah judul buku khusus yang bisa diterbitkan ke khalayak ramai, khususnya masyarakat Indonesia. ***


Catatan : Tulisan ini merupakan satu dari serangkaian tulisan tentang perjalanan saya dalam dunia games. Sebuah bagian dari perjalanan hidup yang mengilhami banyak hal. Sebuah role playing game. Dengan rangkaian tulisan ini saya ingin menjelaskan posisi saya sebagai gamer yang pernah memainkan berbagai jenis dan genre games.


Bersambung  ke  A Gamer’s Role Playing Game [2] ***

.